
Di antaranya, permohonan pengamat teknologi Ninok Leksono yang terungkap dalam seminar Refleksi Hubungan Bilateral Indonesia - Jepang mengenai transfer teknologi otomotif serta permohonan penasihat ekonomi presiden RI Emil Salim dalam seminar bertajuk Manajemen Hijau dan Daya Saing Perusahaan - Tradeoff atau Peluang? mengenai teknologi ramah lingkungan.
"Mohon Jepang mengajarkan kami membuat teknologi yang ramah lingkungan. Misalnya membuat minyak squalen (bahan pembuatan krim) yang bahan dasarnya dari ikan hiu yang justru banyak hidup di perairan Indonesia. Kami minta tolong Jepang yang memiliki teknologi untuk mengajarkannya kepada kita," ujar Emil.
Menurut Emil, pengalaman Jepang dalam mengelola industri yang ramah lingkungan sejalan dengan peningkatan daya saingnya. Indonesia pun ingin belajar tentang teknologi itu. "Kita (Indonesia) memiliki sumber daya manusia yang banyak tapi tak memiliki otak untuk mengelolanya," tandas Emil.
Sebelumnya, Ninok juga melontarkan hal senada yang lebih berupa kritik. Puluhan tahun perusahaan otomotif Jepang, Toyota, berproduksi di Indonesia. Ribuan produknya pun berseliweran di jalanan ibu pertiwi, namun Indonesia hanya diijinkan untuk menjadi mekanik perakitannya saja.
Ninok melihat Indonesia masih hanya dilihat sebagai pasar dari produk-produk Jepang dan Jepang masih cukup tertutup untuk melakukan transfer teknologinya. "Sebagian besar manajemen (Toyota) datang dari Jepang, perangkat lunak juga dari Jepang. Jadi pada dasarnya yang dilakukan Indonesia sejauh ini hanya memasang sekrup, atau merakit kendaraan tersebut," tutur Ninok.
Kebutuhan Indonesia saat ini adalah memiliki kemampuan untuk mengembangkan sumber daya alamnya dan tentu saja, Indonesia mengharapkan Jepang sebagai teman, siap memberi bantuan pada saat Indonesia membutuhkan.
Lantas, apakah ini berarti hubungan Indonesia dan Jepang selama 50 tahun tak seimbang? Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri mengatakan Jepang selalu memiliki visi dan kesiapan untuk membantu Indonesia. Khusus soal teknologi ramah lingkungan, Jepang melihat kerja sama selama ini tak semata-mata untuk Jepang dan Indonesia.
"Indonesia dikenal dengan tanah air dan alam yang cantik serta sumber daya manusia yang banyak dan Jepang punya keinginan untuk menjaga alam tersebut," ujar Shiojiri. Ke depannya, bidang lingkungan hidup mungkin akan menjadi salah satu bentuk perluasan hubungan Indonesia dan Jepang.

0 komentar:
Posting Komentar